Jumat, 12 Oktober 2012

Rhizoma (Rimpang)


RHIZOMA (RIMPANG)

Rimpang atau Rhizoma sesungguhnya adalah batang beserta daunnya yang terdapat di dalam tanah,bercabang-cabang dan tumbuh secara horizontal (mendatar), dan dari ujungnya dapat tumbuh tunasyang muncul di atas tanah dan dapat tumbuh menjadi individu baru. Jika tunas di ujung rhizoma danketiak tumbuh menjadi tanaman baru, tanaman tersebut tetap bergabung dengan tanaman induknyasehingga membentuk rumpun.
Ciri-ciri umum rimpang yaitu panjang rimpang 15-35 cm, lebar rimpang 7-19 cm, tebal rimpang 1, 5-2, 8cm, warna kulit rimpang coklat keputihan, bentuk ruas panjang pipih besar, panjang ruas pertama 3-8cm, jumlah ruas 3-5 /rimpang, warna daging rimpang putih kekuningan, rasa daging rimpang hangat,aroma rimpang kurang menyangat, diameter akar 0, 1-0,28 cm, panjang akar 12-20 cm, batang semuberair (herbacious) bentuk batang bulat, warna hijau, jumlah batang 3-5 rumpun, lilit batang 3-5 cm,tinggi batang semu 40-80 cm.
Rimpang merupakan organ modifikasi batang bukan akar dengan ciri sebagai berikut:
1. berdaun, tetapi daun melekat pada buku, telah menjelma menjadi sisik-sisik yang tipis sepertiselaput dan tidak hijau.
2. Mempunyai kuncup-kuncup
3. Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air, kadang ke atas dan muncul ke tanah
4. beruas-ruas, berbuku-buku.Rimpang disamping sebagai alat perkembangbiiakan atau reproduksi yaitu secara vegetatif.
Jika bagian-bagian rhizome dipotong-potong maka akan tumbuh individu baru, hal ini dikarenakan adanya kuncuppada rhizome tersebut. Selain itu juga rhizoma merupakan tempat penimbunan cadangan makananyang akan dimanfaatkan oleh organisme lain. Contohnya antara lain pada tasbih (Canna edulis Ker) ,kerut (Maranta arundinacea L.), jahe (Zingiber sp.), dan kunyit (Curcuma sp.)

Languatis rhizoma (rimpang lengkuas)
Lengkuas (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering dipakai oleh kaum wanita dikenal sebagai penyedap masakan. Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 meter. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, lebih kurang 1200 meter diatas permukaan laut. Ciri-Ciri Tanaman Lengkuas : Sosok Lengkuas : Semak berumur  tahunan. Tinggi Lengkap : Mencapai 1,5-2,5 m.
Ada 2 jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu varitas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan vaaritas berimpang umbi merah. Lengkuas berimpang umbi putih inilah yang dipakai penyedap masakan, sedang lengkuas berimpang umbi merah digunakan sebagai obat. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri dari susunan pelepah-pelepah daun.
Daun-daunnya berbentuk bulat panjang dan antara daun yang terdapat pada bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja, sedangkan bagian atas batang terdiri dari pelepah-pelepah lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada bagian ujung tumbuhan. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas. Batang Lengkuas : Berupa batang semu yang terdiri dari helaian daun.

Klasifikasi Tanaman
Nama Simplisia                       : Languatis rhizoma
Tanaman Asal                          : Languas gelanga L
Divisi                                       : Magnoliophyta
Sub Divisi                                : Spermatophyta
Kelas                                       : Liliopsida
Ordo                                        : Zingiberales              
Famili                                       : Zingiberaceae
Genus                                       : Alpinia
Spesies                                     : Alpinia galanga L
Kandungan                               : Minyak atsiri, fenol dan terpemold
Khasiat                                     : Rematik, menambah nafsu makan

Makroskopis                     : Potongan 4 cm sampai 6 cm. Tebal 1 cm sampai 2 cm, kadang-kadang bercabang, ujung bengkok, warna permukaan, coklat kemerahan, parut daun jelas. Berkas patahan berserat pendek, butir-butir kasar, warna coklat.

Mikroskopis                            : Epidermis terdiri dari 1 lapis sel kecil agak pipih, dinding berwarna kuning kecoklatan, kutikula jelas. Korteks parenkimatik, jaringan korteks bagian luar terdiri dari beberapa lapis sel dengan dindng tipis berwarna kuning kecoklatan; jaringan korteks bagian luar terdiri dari beberapa lapis sel dengan dinding tipis berwarna kuning kecoklatan; jaringan korteks bagian dalam terdiri dari sel parenkim besar, dinding sel tipis, tidak berwarna, kadang-kadang bernoktah halus, berisi butir pati, pada permukaan tersebar idioblas berisi minyak dan zat samak, warna coklat muda atau coklat tua yang dengan penambahan besi (III) kloroda LP warna berubah menjadi kehitaman.

Curcuma domestica rhizoma (Rimpang kunyit)
Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.
Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

Klasifikasi Tanaman
Nama Simplisia                       : Curcuma domestica rhizoma
Tanaman Asal                         : Curcuma domestica val
Divisi                                      : Magnoliophyta
Sub Divisi                               : Spermatophyta
Kelas                                      : Liliopsida
Ordo                                       : Zingiberales              
Famili                                      : Zingiberaceae
Genus                                      : Curcumae
Spesies                                    : Curcuma domestica
Kandungan                               : Minyak atsiri, amylum, resin, seldosa
Khasiat                                    : Memperlancar haid, karminativa, anti diare
Makroskopis                            : Ringan, rapuh, warna kuning, jingga kecoklatan bentuk hampir bundar sampai bulat panjang, kadang-kadang bercabang 0,5cm sampai 3cm, panjang 2cm.
Mikroskopis                            : Satu lapis sel, pipih berbentuk piligonal, dinding sel menggabus rambut penutup berbentuk kerucut lurus atau agak bengkak panjang 250cm, sampai 890mm dinding tebal.

Curcuma rhizome (Rimpang temulawak)
Temulawak (curcuma xanthorrhiza) banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutaama pada tanah gembur, sehingga buaah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar. Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelapah dan tangkai daun yang agak panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan berwarna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Daerah tumbuhnya selain di dataran rendaah juga dapat tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1500 meter di atas permukaan laut.
Temulawak berkhasiat untuk mencegah dan mengatasi beraneka macam penyakit. Berbagai khasiat dari temulawak, antara lain, gangguan lever, mencegah hepatitis, meningkatkan produksi cairan empedu, membantu pencernaan, mengatasi radang kandung empedu, radang lambung dan gangguan ginjal.
Rimpang temulawak terdiri dari rimpang induk (empu) dan rimpang anakan (cabang). Rimpang induknya berbentuk bulat seperti telur dan berwarna kuning tua atau coklat kemerahan. Bagian dalamnya berwarna jingga kecoklatan. Dari rimpang induk ini keluar rimpang kedua yang lebih kecil. Arah pertumbuhannya ke samping, berwarna lebih muda dengan bentuk bermacam macam, jumlahnya sekitar 3-7 buah. Rimpang ini baunya harum dan rasanya pahit agak pedas.
            Kandungan kimia  : Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Klasifikasi Tanaman
Nama Simplisia                       : Xanthorrhiza rhizoma
Tanaman Asal                         : Curcuma xanthorrhiza
Divisi                                      : Spermatophyta
Sub Divisi                               : Angiospermae
Kelas                                      : Monokotiledonae
Ordo                                       : Zingiberales              
Famili                                      : Zingiberaceae
Genus                                      : Curcumae
Spesies                                    : Curcuma xanthorrhiza
Kandungan                              : Minyak atsiri, kurkuminiod, minyak keping
Khasiat                                    : menambah pengeluaran empedu
Makroskopis                          : Keping tipis berbentuk bundar atau jarang,keras, rapuh,permukaan berkerut warna coklat kekuningan, melengkung tidak beraturan.
Mikroskopis                        : Epidermis bergabus dan terdapat sedikit rambut yang berbentuk kerucut bersel satu, hipedermis agak menggabus, kortek silinder dan sel parenkimatik terdiri dari sel parenkimberisi butir pati.

Zingiberis rhizome (Rimpang jahe)
Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.
Sifat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin jahe. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Mnnyak atsiri dapat diperoleh atau diisolasi dengan destilasi uap dari rhizoma jahe kering. Ekstrak minyak jahe berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau harum tetapi tidak memiliki komponen pembentuk rasa pedas. Kandungan minyak atsiri dalam jahe kering sekitar 1 – 3 persen. Komponen utama minyak atsiri jahe yang menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberol.

Klasifikasi Tanaman
Nama Simplisia                       : Zingiberis rhizoma
Tanaman Asal                         : Zingiber officinale Rosc
Divisi                                      : Magnoliopsida
Sub Divisi                               : Spermatophyta
Kelas                                      : Liliopsida
Ordo                                       : Zingiberales              
Famili                                      : Zingiberaceae
Genus                                      : Zingiber
Spesies                                    : Zingiber officinale roe
Kandungan                              : Minyak atsiri, zingiberol, kurkimin
Khasiat                                    : Menurunkan tekanan darah, membantu pencernaan.
Makroskopis                            : Warna kuning pucat pada bagian dalam bersifat, coklat pucat pada bagian luar.
Mikroskopis                            : Memiliki serabut, pembuluh kayu dan berkas pembuluh.

2 komentar: